Skip navigation

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Agama adalah faktor yang paling penting dalam kehidupan manusia. Agama menjamin kebahagian dan kesejahteraan baik jasmani dan rohani. Agama membawa nilai-nilai moral dan mengajak berbudi luhur, hidup rukun antar sesama manusia. Oleh karena itu harus diakui bahwa pendidikan agama memegang peranan penting dalam membina manusia berakhlak mulia yang berguna bagi agama, nusa dan bangsa. Dalam usaha mencapai hal tersebut, ajaran agama harus menjadi pedoman hidup yang tercermin dalam keperibadiannya.
Pada umumnya agama seseorang ditentukan oleh pendidikan, pengalaman dan latihan-latihan yang dilaluinya dari masa kecil. Seseorang yang pada masa kecilnya tak pernah mendapatkan pendidikan agama, besar kemungkinan pada masa dewasanya tidak akan merasakan pentingnya agama dalam hidupnya. Lain halnya dengan orang yang pada masa kecilnya mempunyai pengalaman-pengalaman agama sangat memungkinkan orang itu akan dengan sendirinya mempunyai kecenderungan hidup berdasarkan aturan-aturan agama dan dapat mengendalikan hidupnya, takut melangkahi larangan-larangan agama dan dapat merasakan betapa nikmatnya hidup beragama. Ibnu Miskawaih mengatakan bahwa:
Syariat agama memiliki peran penting dalam meluruskan akhlak remaja, yang membiasakan mereka untuk melakukan perbuatan yang baik, sekaligus mempersiapkan diri mereka untuk menerima kearifan, mengupayakan kebajikan dan mencapai kebahagiaan melalui berpikir dan penalaran yang akurat. Orang tua memiliki kewajiban untuk mendidik mereka agar mentaati syariat ini, agar berbuat baik. Hal ini dapat dijalankan melalui al-mau’izhah (nasehat), al-dharb (dipukul), kalau perlu al-taubikh (dihardik), diberi janji yang menyenangkan atau tahdzir (diancam) dengan al-‘uqubah (hukuman).
Sesuai dengan Sunnatullah bahwa pertumbuhan dan perkembangan Islam melalui proses setingkat demi setingkat, demikian juga pendidikan agama pada anak harus berlangsung secara bertahap sesuai dengan perkembangan jiwanya. Pendidikan agama Islam dalam suatu keluarga harus dapat menanamkan, memupuk serta mengembangkan sikap dan rasa cinta kepada Allah SWT.
Pendidikan agama mempunyai kedudukan yang tinggi dan paling utama, karena pendidikan agama menjamin untuk memperbaiki akhlak anak-anak didik dan mengangkat mereka kederajat yang tinggi, serta berbahagia dalam hidup dan kehidupannya. Pendidikan agama membersihkan hati dan mensucikan jiwa, serta mendidik hati nurani dan mencetak mereka agar berkelakuan yang baik dan mendorong mereka untuk memperbuat pekerjaan yang mulia.
Masih banyak dikalangan orang tua yang mengeluh dalam membina dan mendidik putera-puteri mereka, terutama dalam bidang agama, dikarenakan mereka tidak mengetahui dan menyadari bahwa perkembangan agama pada anak sangat ditentukan oleh pendidikan dan pengalaman yang dilaluinya dalam keluarga.
Untuk itu peran keluarga terutama ayah dan ibu sangat menentukan sekali dalam pertumbuhan dan perkembangan anak di usia dini. Kebiasaan yang dilakukan oleh orang tua baik ucapan maupun perbuatan sangat berdampak dan berpengaruh besar terhadap pertumbuhan keagamaan pada anak. Untuk itu peran orang tua sangat menentukan sekali dalam perkembangan anak diusia dini. Kebiasaan yang dilakukan oleh orang tua baik ucapan ataupun perbuatan sangat berpengaruh dalam pertumbuhan pendidikan keagamaan anak. Seorang anak berhak mendapatkan pendidikan dari orang tuanya.
Menurut Imam Sajjad yang dikutip oleh Ibrahim Amini mengatakan bahwa:
Hak seorang anak adalah bahwa anda harus menyadari bahwa ia berasal dari anda. Apakah ia baik atau jelek itu semua berhubungan dengan anda, anda bertanggungjawab membesarkan, mendidik dan menunjukannya ke jalan Allah serta membantu menjadi anak yang taat. Anda harus memperlakukannya sedemikian rupa sehingga bila anda berbuat baik kepadanya, anda yakin bahwa anda akan mendapatkan ganjaran.
Al-Qur’an dan Al-Hadits merupakan sumber utama yang dijadikan pegangan dan tempat berpijak umat Islam untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Selain itu pendapat para sahabat dan para ulama yang dikenal dengan ijtihad dijadikan bahan kajian dan landasan dalam rangka merumuskan tujuan pendidikan, khususnya pendidikan Islam.
Al-Qur’an mengingatkan kita pada kejadian saat kita masih berada di alam ruh (janin) tentang ketauhidan, yaitu sebagai berikut:
       
“Bukankah Aku Tuhan kamu? Sahutnya ya, kami menjadi saksi” (Q.S. Al-A’raf/7: 172)
Ayat tersebut menjelaskan bahwa proses ketauhidan seorang anak harus sudah mulai ditanamkan oleh kedua orang tua bersama dengan dimasukkannya ruh ke dalam janin karena mendidik anak adalah amanat yang harus dipikul oleh orang tuanya sehingga tingkah laku dan pola pikir anak tergantung pada orang tua yang mendidiknya. Lebih rinci dijelaskan di dalam Hadits Nabi SAW.:

Dari Abu Hurairah r.a. Berkata, Bersabda Rasulallah SAW. “Tidaklah seorang anak dilahirkan melainkan atas fitrah, maka orang tuanyalah yang akan menjadikannya Yahudi, atau Nasrani atau Majusi” (H.R. Bukhari Muslim).
Dari Hadits di atas penulis dapat mengambil suatu analisa bahwa, “fitrah” adalah fitrah diniyah (agama Islam) yang merupakan potensi anak. Fitrah tersebut dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan ritmenya serta dipengaruhi faktor-faktor heredit, pengalaman, pendidikan dan lingkungan.

Sedangkan ijma ulama mengatakan bahwa
ﻮﺍﺟﻣﻊ ﺍﻟﻌﻟﻣﺎﺀ ﺍﻱ ﺍﺘﻓﻕ ﺍﻟﻌﻟﻣﺎﺀ ﻋﻟﻰ ﺍﻦ ﻧﺷﺭ ﺍﻟﻌﻟﻢ ﻣﻌﻟﻮﻢ ﻣﻦﺍﻟﺪﻳﻦ ﺑﺍﻟﺻﺭﻮﺭﺓ ﻮﺍﺠﺏ ﺗﻌﻟﻣﻪ ﻮﺗﻌﻟﻳﻣﻪ
“Ulama telah sepakat bahwa mempelajari dan menyampaikan ilmu agama yang kebenarannya sudah dimaklumi dan dapat diterima akal wajib diajarkan dan dipelajari”.
Pendapat ulama di atas menunjukan bahwa mempelajari ilmu agama itu wajib hukumnya, sepanjang kebenaran ilmu tersebut dapat diukur atau diterima oleh akal sehat. Dari ketiga sumber hukum Islam di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa mempelajari ilmu agama telah diajarkan sejak manusia masih dalam rahim, usia dini, sampai meninggal.
Sementara Hasan Langgulung mengartikan kata fitrah adalah “potensi yang dapat dikembangkan sehingga menghasilkan berbagai manfaat bagi yang bersangkutan”.
Sejalan dengan pendapat di atas bahwa fitrah tersebut dapat dikembangkan sejak anak lahir ke dunia, baik melalui pendidikan formal, pendidikan non formal maupun informal. Ini berarti keberhasilan seorang anak tergantung bagaimana pendidikan yang diterimanya semenjak ia berusia dini.
Dengan beberapa pertimbangan di atas, penulis tertarik untuk mengangkat dan mengungkap permasalahan tersebut ke dalam bentuk skripsi dengan judul “PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA ANAK USIA DINI MENURUT PANDANGAN ISLAM”
Lebih jauh alasan penulis mengangkat masalah ini adalah sebagai berikut:
1. Di dalam masyarakat dewasa ini masih ada orang yang berprinsip pendidikan agama diberikan pada anaknya setelah dewasa, ini terjadi tidak hanya di kota-kota besar bahkan telah merambah ke masyarakat pedesaan. Kenyataan seperti ini bisa dilihat bagaimana orang tua mempraktekan tradisi yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Oleh karena itu pendidikan pada anak usia dini merupakan kewajiban bagi orang tua di lingkungan keluarga agar melahirkan sosok generasi yang terdidik.
2. Menurut pengalaman penulis menerapkan pendidikan pada anak usia dini bukanlah hal yang mudah, sebab masih banyak orang tua yang terdidik dan berilmu pengetahuan akan tetapi pendidikan agama pada anaknya tidak diperhatikan.
3. Menurut pandangan Islam, pendidikan tidak hanya mengumpulkan segudang ilmu pengetahuan, akan tetapi yang terpenting adalah mensosialisasikan dan mengamalkan hasil pendidikan tersebut.
B. Permasalahan
1. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah penelitian di atas penulis mengidentifikasikan masalah sebagai berikut:

a) Bagaimana cara mendidik anak pada usia dini?
b) Kegiatan apa saja yang harus dilakukan dalam mendidik anak pada usia dini?
c) Apakah pendidikan agama Islam perlu diajarkan pada anak usia dini?
d) Bagaimanakah pandangan Islam tentang pendidikan agama Islam pada anak usia dini?
2. Pembatasan Masalah
Agar pembahasan penelitian dibuat lebih terarah dan tidak terlalu melebar pembahasannya, maka dalam penelitian ini, penulis hanya akan membahas pendidikan agama Islam pada anak usia dini tersebut terbatas hanya menurut pandangan Islam.
3. Perumusan Masalah
Berdasarkan pembatasan masalah tersebut di atas, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pandangan Islam tentang pendidikan agama Islam pada anak usia dini?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pandangan Islam tentang pendidikan agama Islam pada anak usia dini.
D. Manfaat Penelitian
Dengan mengetahui tujuan penelitian tersebut di atas, penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai berikut:
a) Menambah pengetahuan bagi penulis mengenai pendidikan agama Islam pada anak usia dini, dan penelitian ini diperlukan untuk memenuhi salah satu persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan
b) Secara praktis penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi para orang tua dalam mendidik anak mereka.
c) Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi peneliti selanjutnya yang bermaksud meneliti atau mengetahui lebih jauh masalah pendidikan agama Islam pada anak usia dini.
d) Bagi penulis, skripsi ini disusun untuk mendapatkan gelar s1 dan untuk menambah wacana keilmuan.
E. Metode Penelitian
1. Metode Penelitian
Untuk memperoleh bahan-bahan dalam penulisan skripsi ini penulis menggunakan metode penelitian perpustakaan (Library Research), dimana data yang diambil diperoleh dari beberapa literatur yang berkaitan dengan masalah yang dibahas seperti buku, majalah, surat kabar, internet, dan data pendukung lainnya.
Dalam penelitian kepustakaan, penulis menelaah sejumlah literatur yang mengandung isi yang berkaitan dengan masalah. Data yang dikumpulkan kemudian diolah untuk diambil kesimpulan agar mudah dipahami. Sumber data terdiri dari sumber data primer dan sumber data sekunder. Yang dimaksud sumber data primer di sini adalah buku-buku yang substansinya berkaitan secara langsung dengan masalah yang diteliti. Sedangkan yang dimaksud sumber data sekunder adalah pustaka pendukung, yaitu bahan pustaka yang substansinya tidak berkaitan langsung dengan masalah yang diteliti, yaitu berupa dokumen, majalah, surat kabar dan internet.
2. Tekhnik Penulisan
Tekhnik penulisan yang dilakukan adalah dengan menggunakan buku pedoman penulisan skripsi yang dikeluarkan oleh STAI ALHIKMAH Jakarta tahun 2008.
F. Sistematika Penulisan
Dalam sistematika penulisan skripsi ini penulis membaginya ke dalam lima bab, dan tiap-tiap bab dibagi menjadi beberapa sub sebagai berikut:
Bab I. Pendahuluan. Pada bab ini menguraikan tentang latar belakang masalah, permasalahan (identifikasi masalah, pembatasan dan perumusan masalah), tujuan penelitian, manfaat penelitian, metode penelitian dan sistematika penulisan.
Bab II. Pendidikan Agama Islam. Pada bab ini dibahas mengenai pengertian pendidikan agama Islam, dasar-dasar dan tujuan pendidikan agama Islam, ruang lingkup pendidikan agama Islam, metode pendidikan agama Islam, serta fungsi pendidikan agama Islam.
Bab III. Anak Usia Dini. Pada bab ini dibahas mengenai pengertian anak usia dini, pendidikan pada anak usia dini dan pendidikan agama Islam pada anak usia dini.
Bab IV. Pendidikan Agama Islam Pada Anak Usia Dini Menurut Pandangan Islam. Pada bab ini dibahas mengenai pendidikan agama Islam menurut pandangan Al-Qur’an, menurut pandangan Al-Hadits, menurut pandangan Ijma’ sahabat dan ulama.
Bab V. Penutup. Pada bab ini berisi tentang kesimpulan, dan saran-saran.

akupun terdiam melihat langit,,
bentangannya begitu luas
keindahannyapun tak kalah
tapi hati ini menjadi resah
se-resah sepasang pemuda yang sedang kasmaran
tak ingin ditinggalkan….
sehari bagai sebulan….
semenit tak bisa dihilangkan…

aku takut mata ini tak mampu melihat lagi sinarnya bulan yang indah dikelilingi kelipan bintang….

kecintaanku pada dia membuat aku membayangkan kepedihan saat dia hancur,,, kelak….

Aku takut tak mampu melihat rambutku tumbuh putih
aku takut tak mampu melihat matahari yang terbit di pagi hari
aku takut tak mampu melihat sinarnya bulan yang indah disaat purnama
aku takut tak mampu meliat orang-orang yang kusayangi
aku takut orang-orang yang menyayangiku tak bisa melihatku lagi
aku takut sahab-sahab sejatiku tak mampu menemuiku lagi
aku takut mimpi-mimpiku lenyap tanpa bekas
aku takut…. aku takut… aku takut….
biarlah,,,,
rasa takut ini sudah jadi kenyataan yang mesti kuhadapi dengan penuh ikhlas dan kepasrahan
akan ku buat rasa takut itu menyenangkan
sebelum mata ini tak mampu lagi melihat
sebelum tenaga ini hilang
sebelum otakku tak mampu lagi berfikir
sebelum nyawa ini lepas dari jasadku
akan kutinggalkan jejak-jejak keindahan agar aku tetap hidup walau tanpa jasad….

pengen ngegabung dalam komunitas blogger ah,,,, namenya jg awalan jadi jangan dibibilang nora ye…

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.